Sinergi Kewirausahaan dan Koperasi Merah Putih Dorong Potensi Ekonomi Lokal Rabadompu Timur
Kota Bima — Pengembangan potensi lokal menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Seminar Kewirausahaan dan Koperasi Merah Putih yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Rabadompu Timur, Selasa (1/9/2026).
Seminar mengangkat tema “Sinergi Kewirausahaan dan Koperasi Merah Putih dalam Mendorong Ekonomi Lokal yang Inovatif, Mandiri, dan Berkelanjutan.” Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa STIE Bima untuk memperkenalkan hasil pengembangan potensi lokal sekaligus mendorong masyarakat melihat bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai peluang usaha.
Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bima turut hadir dalam kegiatan tersebut melalui Kepala Bidang Koperasi dan UMKM, H. Sirajuddin, S.Sos.
Gali Potensi Lokal Menjadi Produk Usaha
Dalam seminar tersebut, mahasiswa STIE Bima memaparkan hasil kegiatan kewirausahaan yang diarahkan untuk menggali potensi lokal dan mengembangkannya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Setidaknya terdapat tiga produk yang telah dihasilkan, yaitu bubuk asam, kerupuk nasi, dan ID card. Ketiga produk tersebut menjadi langkah awal dalam proses pengembangan usaha berbasis potensi masyarakat setempat.
Ke depan, produk-produk tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada tahap produksi, tetapi dapat dikembangkan dari sisi pengemasan, branding, hingga strategi pemasaran.
Salah satu peluang yang akan dikembangkan adalah pemanfaatan Gerai Koperasi Merah Putih di tingkat kelurahan sebagai salah satu sarana untuk memperkenalkan dan memasarkan produk masyarakat.
Tidak Berhenti pada Tiga Produk
H. Sirajuddin menyampaikan bahwa potensi kewirausahaan masyarakat masih sangat luas dan tidak harus berhenti pada tiga produk yang telah dihasilkan.
Berbagai bahan pangan lokal dapat terus dieksplorasi dan dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Di antaranya gagasan pengembangan dodol asam dan dodol labu, serta meta, salah satu makanan khas masyarakat Bima yang berbahan dasar padi yang belum sepenuhnya matang.
Meta dibuat dari padi yang menjelang matang, kemudian dikupas, disangrai, dan dikemas untuk selanjutnya diolah dengan campuran santan kelapa.
Potensi tersebut menunjukkan bahwa kekayaan bahan pangan lokal dapat menjadi sumber inspirasi dalam menciptakan berbagai produk baru apabila dikembangkan dengan inovasi dan pendekatan kewirausahaan.
Koperasi Merah Putih sebagai Wadah Pengembangan Usaha
Diskoperindag Kota Bima memandang keberadaan Koperasi Merah Putih dapat menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung pengembangan produk masyarakat di tingkat kelurahan.
Sinergi antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah kelurahan, Diskoperindag, dan Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menciptakan mata rantai usaha yang saling mendukung, mulai dari penggalian bahan baku, pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran.
Dengan demikian, kegiatan kewirausahaan tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membuka peluang terciptanya aktivitas ekonomi yang berkelanjutan di lingkungan masyarakat.
Diskoperindag Kota Bima terus mendorong agar potensi lokal di setiap kelurahan dapat dikembangkan menjadi produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing.
Dari potensi lokal, lahir inovasi. Dari inovasi, tumbuh usaha. Dan melalui koperasi, usaha masyarakat diharapkan dapat berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.